MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV 

Bangkalan - Dugaan keterlibatan organisasi kemasyarakatan (ormas) asal Madura dalam insiden pengusiran Nenek Elina Widjajanti (80) di Surabaya menuai respons keras dari tokoh masyarakat Madura di Bangkalan. Mereka menilai, tindakan tersebut mencoreng citra Madura dan meminta ormas yang mengatasnamakan suku Madura untuk dievaluasi secara menyeluruh.

Salah satu tokoh masyarakat di Kabupaten Bangkalan, Soleh Abdi Jaya menyatakan, perilaku oknum ormas tersebut tidak mencerminkan nilai dan sikap masyarakat Madura. Bahkan, ia menyebut ormas yang membawa nama kesukuan seharusnya dibubarkan jika tidak mampu membina anggotanya.

Soleh berharap permasalahan tersebut segera diselesaikan sesuai keinginan dan kesepakatan para tokoh masyarakat Madura.

"Saya berharap agar semua dievaluasi, semua ormas yang mengatasnamakan suku Madura tentu punya tanggung jawab besar agar menjaga citra dan nama baik suku Madura," ungkap Soleh di hadapan sejumlah awak jurnalis, Selasa (30/12/2025).

Ia menegaskan, membangun citra Madura merupakan hal penting. Mengingat, warga Madura tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan berpotensi terdampak akibat perilaku oknum tertentu.

"Kasihan warga Madura di perantauan yang tidak mengerti apa-apa tapi akhirnya mendapatkan dampak luar biasa akibat perilaku oknum yang sebenarnya tidak tahu sejarah Madura, terutama kaitannya dengan suku Jawa," tegasnya.

Pria asal Kecamatan Geger itu juga mengingatkan pentingnya generasi muda Madura mempelajari sejarah, asal-usul, serta peradaban Madura. Menurutnya, pemahaman sejarah dapat menjadi motivasi untuk menjaga martabat dan peradaban Madura sebagaimana diperjuangkan para leluhur.

Ia mencontohkan tokoh-tokoh besar Madura seperti Trunojoyo, Arya Wiraraja, hingga Sakera, yang memiliki peran penting dalam sejarah dan peradaban, termasuk kaitannya dengan Jawa.

"Sebenarnya Jawa dan Madura satu rumpun, saya meyakini darah yang mengalir di tubuh saya ada darah dari Pulau Jawa karena nenek moyang saya dari Pulau Jawa, sesuai sejarah yang ada di Desa Geger (Kecamatan Geger)," jelasnya.

Soleh pun berpesan kepada seluruh organisasi yang mengatasnamakan Madura agar berani berbenah. Ia menilai, bila sebuah ormas tidak mampu mengevaluasi dan membina anggotanya, sebaiknya tidak lagi membawa nama Madura.

"Kalau memang betul-betul sudah tidak bisa diperbaiki, lebih baik dibubarkan daripada berdampak ke mana-mana. Karena efeknya ke mana-mana, menurut saya ini bukan masalah kecil," pungkasnya.


Ari (red)