MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Mojokerto, Jawa Timur - Di tengah dinamisnya perkembangan dunia profesional saat ini, retorika tanpa esensi dan kompetensi dinilai sudah tidak lagi relevan. Menghadapi tantangan lapangan yang semakin kompleks, para praktisi dituntut untuk mengedepankan keahlian (skill), legalitas, dan rekam jejak yang solid ketimbang sekadar mengandalkan narasi kosong.(1/06/2026)
Hal tersebut ditegaskan oleh aktivis muda sekaligus jurnalis muda, Ali Nurhadi, C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAx., dalam keterangannya di Mojokerto, Senin (1/6/2026). Ia menyoroti fenomena adanya oknum-oknum yang kerap mencari panggung tanpa dibekali dasar kemampuan yang mumpuni.
"Ini bukan saatnya bermodal bacot, apalagi sombong. Tapi hasil kerja keras, skill, dan paham akan hukum. Bukan hanya menari berkeliling sambil menunggu keajaiban, kawan," ujar Ali Nurhadi dengan tegas.
Menurutnya, di dalam dunia profesional—khususnya yang bersinggungan dengan wilayah hukum dan keterbukaan informasi—bergerak tanpa pemahaman aturan yang matang merupakan tindakan yang berisiko tinggi. Pemahaman regulasi berfungsi sebagai tameng sekaligus senjata taktis agar setiap tindakan di lapangan sah secara hukum dan tidak tergoyahkan.
Ali Nurhadi memetakan tiga pilar utama yang harus dimiliki oleh setiap praktisi agar mampu bertahan dan menghasilkan dampak nyata:
Kompetensi Teknis (Skill): Keahlian yang terasah sehingga tahu persis solusi yang harus diambil dalam situasi tersulit sekalipun.
Melek Hukum: Memahami legalitas dan aturan main guna memastikan setiap langkah bergerak di atas koridor yang benar.
Eksekusi Nyata: Kerja keras langsung di lapangan, bukan sekadar teori di atas kertas atau wacana tanpa realisasi.
Lebih lanjut, ia mengimbau kepada seluruh rekan sejawat dan profesional lainnya untuk tetap fokus pada penyelesaian urusan dan pencapaian target kerja. Hasil kerja yang solid dan tidak terbantahkan merupakan jawaban terbaik terhadap keraguan publik.
"Saatnya yang punya kemampuan membuktikan dengan karya. Biarkan mereka sibuk berkeliling mencari perhatian, sementara kita fokus menyelesaikan urusan dan mencetak hasil yang tidak bisa didebat," pungkasnya.

0 Komentar