Breaking News

Ali Nurhadi: Kebaikan Bukan Kelemahan, Hilangnya Etika dan Komitmen Bisa Hancurkan Kemitraan


 MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV 

Mojokerto -  Pimpinan Umum sekaligus Pendiri PT Komando Patas Group, Ali Nurhadi, menyampaikan pandangan tegas terkait dinamika hubungan kemitraan dan profesionalisme kerja. Dalam sesi wawancara khusus di Kantor Pusat Media Online Independen www.komandopatastv.co.id, ia menyoroti fenomena erosi etika yang kerap terjadi ketika hubungan profesional mulai mencair menjadi hubungan personal.

Ali Nurhadi menegaskan bahwa membangun sebuah kemitraan (partnership) yang sehat tidak hanya membutuhkan visi yang sama, tetapi juga pondasi kesabaran, tanggung jawab, dan yang paling utama: Komitmen.(07-01-2026)

Bahaya Familiaritas Menggerus Profesionalisme

Menurut Ali, tantangan terbesar dalam menjaga hubungan kemitraan—baik dengan instansi, swasta, maupun individu—adalah menjaga batas etika ketika hubungan tersebut sudah terasa akrab. Ia menilai, seringkali rasa "sudah kenal baik" justru menjadi bumerang yang menghancurkan profesionalisme.

"Fakta di lapangan menunjukkan, ketika sebuah hubungan mitra atau kerja sama sudah dianggap seperti pertemanan biasa, di situlah etika seringkali diabaikan. Jasa baik sering diremehkan dan komitmen perlahan ditinggalkan hanya karena merasa 'sudah akrab'. Ini adalah pola pikir yang salah dan berbahaya," ujar Ali Nurhadi dengan nada serius.

Ia mengingatkan bahwa pengabaian terhadap komitmen dan sopan santun karena alasan kedekatan personal adalah bentuk pelecehan terhadap integritas hubungan itu sendiri.

Tegas Tanpa Hati "Lembek"

Dalam keterangannya, sosok yang akrab disapa Ali Conglie ini juga memberikan peringatan keras. Ia menyebut bahwa transformasi hubungan dari "mitra" menjadi "murka" adalah hal yang manusiawi jika salah satu pihak terus menerus merasa direndahkan.

"Jangan menyalahkan jika suatu saat hubungan baik berubah menjadi ketegangan. Itu adalah konsekuensi logis ketika seseorang merasa tidak lagi dihargai. Oleh karena itu, sopan santun dan adat dalam berelasi harus tetap dipakai. Jangan pernah meremehkan orang lain, agar harmonisasi tetap terjaga," tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ali Nurhadi menekankan pentingnya memiliki karakter yang kuat dalam memimpin dan mengambil keputusan. Ia berpesan agar kebaikan hati tidak disalahartikan sebagai kelemahan yang bisa dimanfaatkan untuk "menusuk dari belakang".

"Baik itu boleh, tapi jangan terlalu baik hingga kehilangan wibawa. Bercanda boleh, tapi jangan sampai menghilangkan rasa hormat. Realitasnya, jika kita terlalu lunak, kita akan diinjak. Maka, buang jauh-jauh hati yang 'lembek' dan watak 'Sengkuni'. Kita harus berani tegas demi kebenaran, pintar dalam mengontrol situasi, dan keras dalam mengambil keputusan. Perjalanan hidup itu keras, jangan kalah oleh mentalitas yang lemah," pungkas Ali Conglie dengan berapi-api.

Pernyataan ini menjadi penegas posisi PT Komando Patas Group sebagai media independen yang menjunjung tinggi nilai-nilai etika, komitmen, dan keberanian dalam menyuarakan kebenaran.


.......@Red


(Tim Redaksi)

PT KOMANDO PATAS GROUP 

WWW.KOMANDOPATASTV.CO.ID

WHATSAPP (085856783610) ALI NURHADI 

0 Komentar

Posting Komentar
© Copyright 2022 - Komandopatastv.co.id