MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Acara penutupan ini menjadi magnet bagi masyarakat setempat, terutama dengan hadirnya laga eksibisi antara dua pepadu (petarung) ternama Lombok, yakni Serawah Perine dan Pangeran Pasopati. Keduanya tampil memukau, saling berhadapan menunjukkan ketangkasan menggunakan penjalin (rotan) dan ende (perisai kulit kerbau).
Komitmen Pelestarian Budaya
Ketua Panitia Pelaksana, Sulaiman, menyatakan rasa syukurnya atas kelancaran acara yang berlangsung sejak hari pembukaan hingga penutupan tanpa kendala berarti. Menurutnya, Peresean bukan sekadar tontonan, melainkan upaya menjaga jati diri masyarakat Sasak.
"Alhamdulillah, acara berjalan sukses dan lancar. Kami dari Pemerintah Desa Montong Ajan berkomitmen mengadakan kegiatan ini setiap tahun demi melestarikan budaya Sasak, sekaligus menyemarakkan Festival Bau Nyale yang merupakan tradisi turun-temurun di Lombok," ujar Sulaiman.
Ia juga menambahkan ambisinya untuk skala acara yang lebih besar di masa depan. "Insyaallah, tahun depan kami berencana mengundang seluruh pepadu terbaik dari se-Pulau Lombok untuk berlaga di sini," imbuhnya.
Antusiasme Warga dan Keamanan Terjaga
Dua tokoh utama di arena, Serawah Perine dan Pangeran Pasopati, mengungkapkan kegembiraan mereka bisa bertanding di hadapan warga Montong Ajan. Mereka mengaku terkesan dengan antusiasme penonton yang memadati lokasi pertandingan.
"Kami sangat senang melihat semangat warga yang hadir. Semoga kehadiran kami bisa menghibur sekaligus memotivasi generasi muda untuk mencintai budaya kita sendiri," ungkap kedua pepadu tersebut secara senada.
Guna memastikan situasi tetap kondusif, sejumlah personel dari Polsek Praya Barat Daya turut hadir melakukan pengamanan di lokasi. Hingga peluit akhir pertandingan dibunyikan, acara berlangsung tertib, aman, dan penuh kekeluargaan.
Sudianto Jurnalis Komando Patas TV
Lombok Tengah, NTB

0 Komentar