MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Sumut - Kasus dugaan Keracunan massal yang menimpa puluhan pelajar dan seorang guru usai menyantap program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Lintongnihuta, Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas), Sumatera Utara, kini tengah dalam penyelidikan aparat kepolisian.
Peristiwa yang terjadi pada Rabu (1/4/2026) ini sontak menghebohkan masyarakat. Total sebanyak 18 orang dilaporkan mengalami gejala keracunan, terdiri dari lima pelajar dan satu guru dari SMA Negeri 3 Lintongnihuta, serta 12 pelajar dari SMP Negeri 016 Nagasaribu.
Para korban diketahui sempat mendapatkan perawatan di dua fasilitas kesehatan berbeda. Sebagian dirawat di RSUD Doloksanggul, sementara lainnya ditangani di Puskesmas Lintongnihuta. Bahkan, beberapa di antaranya harus menjalani rawat inap sebelum akhirnya diperbolehkan pulang setelah kondisi membaik.
Kasi Humas Polres Humbahas, Bripka Jafar Simanjuntak, menyampaikan bahwa pihaknya telah menurunkan tim dari Satuan Reserse Kriminal untuk menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut. Sejumlah langkah telah dilakukan, termasuk mendatangi lokasi kejadian serta memintai keterangan dari berbagai pihak.
“Sejauh ini, kami telah melakukan interogasi terhadap siswa, orang tua, pihak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Holong Ondolan Nagasaribu, serta ahli gizi guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini,” ujarnya.
Selain itu, pihak kepolisian juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Humbahas untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terhadap sampel makanan dan muntahan para korban. Hasil uji laboratorium tersebut masih dinantikan sebagai dasar untuk menentukan penyebab pasti dugaan keracunan.
Menu makanan yang dikonsumsi para korban dalam program MBG tersebut diketahui terdiri dari nasi putih, sayuran, buah-buahan, serta ikan dencis. Namun, tidak lama setelah menyantap makanan itu, para pelajar mulai merasakan gejala seperti lemas, pusing, wajah memerah, hingga sesak napas.
Sejumlah korban juga sempat memberikan kesaksian terkait kejadian tersebut. Dua pelajar SMP Negeri 016 Nagasaribu, yakni Lince boru Hutasoit (13) dan Dame Taruli boru Siregar (13), mengaku mulai merasakan gejala tidak lama setelah mengonsumsi makanan.
“Muka saya ber merah, lemas, dan sesak,” ujar Lince saat dirawat di RSUD Doloksanggul.
Hal senada juga disampaikan Dame yang mengeluhkan sesak di bagian dada setelah makan. Kedua pelajar tersebut sebelumnya sempat mendapatkan penanganan di puskesmas sebelum akhirnya dirujuk ke rumah sakit.
Keluarga korban mengaku terkejut dengan kejadian tersebut. Orang tua Lince, Parlindungan Hutasoit, menyebut anaknya selama ini tidak memiliki riwayat penyakit lambung atau gangguan kesehatan lainnya.
“Selama ini tidak pernah sakit, bahkan ke puskesmas pun jarang,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga menyatakan masih menunggu keputusan dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait langkah lanjutan dalam kasus ini. Penanganan akan dilakukan secara hati-hati dan menyeluruh, mengingat program MBG merupakan program penting yang menyangkut kesehatan pelajar.
Di sisi lain, hingga kini belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Pendidikan maupun Dinas Kesehatan setempat terkait insiden tersebut. Beberapa pejabat terkait bahkan belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.
Kasus ini menjadi perhatian serius masyarakat, terutama karena disebut sebagai kejadian pertama yang melibatkan dugaan keracunan dari program MBG di wilayah Humbahas. Warga pun berharap agar penyebab kejadian segera terungkap dan tidak terulang kembali di masa mendatang.
Sementara itu, kondisi sebagian besar korban dilaporkan mulai membaik, meskipun masih ada yang menjalani pemantauan lanjutan oleh tenaga medis. Polisi memastikan akan terus mendalami kasus ini hingga ditemukan penyebab pasti serta pihak yang bertanggung jawab, jika nantinya terbukti ada unsur kelalaian atau kesalahan dalam penyediaan makanan.
(ibnuagusmar )

0 Komentar