MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Jember , 14 Mei 2026 – Aliansi Madura Indonesia (AMI) melayangkan kecaman keras terhadap perilaku oknum anggota DPRD Jember dari Fraksi Partai Gerindra yang tertangkap kamera diduga sedang bermain game dan merokok dalam rapat resmi. AMI mendesak Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto, untuk mengambil tindakan tegas berupa pemecatan terhadap kader tersebut.
Video yang menunjukkan perilaku tidak terpuji tersebut viral di media sosial dan memicu kemarahan publik. Pasalnya, rapat tersebut merupakan agenda krusial yang membahas persoalan pelayanan kesehatan masyarakat dan penanganan stunting di Kabupaten Jember.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, SE., SH., menyatakan bahwa tindakan oknum wakil rakyat tersebut merupakan bentuk degradasi moral dan pengkhianatan terhadap amanat rakyat.
"Perilaku seperti itu sangat memalukan dan mencederai kepercayaan masyarakat. Bagaimana mungkin persoalan nyawa dan masa depan anak-anak melalui penanganan stunting dibahas sambil bermain game? Ini sangat tidak pantas dilakukan oleh seorang wakil rakyat," tegas Baihaki dalam keterangan tertulisnya, Kamis (14/5).
Desakan Tindakan Tegas dari DPP Gerindra
AMI menilai permohonan maaf saja tidak cukup untuk memulihkan muruah lembaga legislatif. Baihaki meminta DPP Partai Gerindra, khususnya Prabowo Subianto, untuk segera memberikan sanksi administratif dan organisasi yang paling berat.
Pencopotan Jabatan: Mendesak agar oknum tersebut segera dicopot dari jabatannya di DPRD Jember.
Pemecatan Kader: Meminta DPP Gerindra mengeluarkan surat pemecatan sebagai anggota partai jika terbukti melanggar kode etik berat.
"Jangan sampai tindakan satu oknum ini merusak citra dan marwah partai besar seperti Gerindra. Kami meminta Bapak Prabowo Subianto turun tangan langsung. Ketegasan partai adalah kunci agar publik tetap percaya pada komitmen Gerindra dalam mendisiplinkan kadernya," tambah Baihaki.
Tanggapan Internal DPRD dan Partai
Menanggapi polemik yang berkembang, Badan Kehormatan (BK) DPRD Jember serta internal Partai Gerindra dikabarkan tengah melakukan proses verifikasi dan mekanisme etik. Meski oknum yang bersangkutan telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, tuntutan masyarakat akan sanksi konkret terus mengalir.
AMI berkomitmen untuk terus mengawal kasus ini hingga ada keputusan final yang mencerminkan rasa keadilan bagi masyarakat Jember.

0 Komentar