MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Lamongan, 21 Mei 2026 — Kegiatan pertemuan rutin Paguyuban Kelompok Tani Sumbermulyo wilayah selatan digelar di Desa Kadungrembug, Kecamatan Sukodadi, dengan dihadiri para petani serta sejumlah tokoh pertanian setempat. Pertemuan tersebut menjadi wadah diskusi sekaligus sarana penyampaian edukasi terkait pengelolaan tanaman dan kondisi pertanian di wilayah setempat.
Dalam kesempatan itu, Bapak Armuzin menyampaikan berbagai teknis tata cara perawatan tanaman kepada para petani. Ia menekankan pentingnya pemahaman yang baik mengenai pengelolaan tanaman agar hasil pertanian dapat meningkat dan para petani tidak mengalami kebingungan dalam menjalankan proses budidaya.
“Jika seluruh petani mau mengikuti apa yang disampaikan dan diterapkan dengan baik, insyaallah hasil pertanian akan lebih maksimal dan memberikan hasil terbaik,” ujarnya di hadapan peserta pertemuan.
Selain membahas teknik perawatan tanaman, pertemuan tersebut juga menghadirkan Bapak Sapawi selaku mantri Waduk Balung Gangang. Dalam penyampaiannya, ia menjelaskan situasi dan kondisi ketersediaan air yang saat ini menjadi perhatian penting bagi para petani, terutama dalam menghadapi musim tanam.
Ia juga menyarankan agar petani tetap menerapkan pola tanam padi–padi–palawija sebagai langkah menjaga kesuburan tanah sekaligus menghindari kerusakan lahan akibat penggunaan yang terus-menerus tanpa pergantian tanaman.
Menurutnya, pola tanam yang teratur dapat membantu menjaga keseimbangan unsur hara di dalam tanah sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga dalam jangka panjang.
Dalam pertemuan itu turut dibahas persoalan sisa jerami pascapanen yang masih banyak ditemukan di area persawahan. Sisa jerami yang tidak ditangani dengan baik dinilai dapat menimbulkan gangguan pada tanaman, salah satunya kondisi yang sering disebut petani sebagai “asam-asaman”.
Kondisi tersebut dapat menyebabkan tanaman lebih mudah terserang penyakit dan menghambat pertumbuhan padi. Karena itu, para petani diimbau agar mampu menyiasati pengolahan sisa jerami dengan baik sehingga tidak menimbulkan dampak buruk terhadap musim tanam berikutnya.
Pertemuan rutin tersebut diharapkan dapat mempererat komunikasi antarpetani sekaligus meningkatkan pengetahuan dalam menghadapi berbagai tantangan pertanian, mulai dari pengelolaan lahan, perawatan tanaman, hingga pemanfaatan sumber air secara bijak demi mendukung hasil panen yang lebih optimal.
(Zaenal Arifin)

0 Komentar