Kehadiran tim hukum tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ. Turut mendampingi dalam tim, jajaran Kadiv DPP yakni Basriyanto, David Agus Winoto, dan Nano Widodo, serta Ketua PBH Area Cilacap I, Jonathan Gan Yauw Bing (GYB), dan Asisten Advokat Feri beserta pihak keluarga klien.
Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, menjelaskan bahwa kehadiran tim di Pengadilan Agama Yogyakarta yang beralamat di Jalan Ipda Tut Harsono No. 53, Muja Muju, Umbulharjo ini merupakan bagian dari komitmen total firma dalam mengawal hak-hak hukum klien mereka.
"Kehadiran kami di Pengadilan Agama Yogyakarta hari ini adalah langkah awal dari serangkaian agenda hukum padat yang telah kami jadwalkan di kota ini," ujar Donny dalam keterangannya, Rabu (20/5/2026).
Agenda Maraton: Dari Pengadilan hingga Upaya Penundaan Lelang di KPKNL
Berdasarkan jadwal kerja tim Subur Jaya Law Firm - FERADI WPI, agenda hukum di Yogyakarta akan berlangsung secara maraton dan lintas instansi. Setelah menyelesaikan agenda di Pengadilan Agama, tim dijadwalkan langsung bergerak untuk menangani perkara di Pengadilan Negeri Yogyakarta.
Tidak berhenti di ranah litigasi pengadilan, advokasi hukum akan dilanjutkan ke ranah kepolisian dengan mendatangi Markas Polresta Yogyakarta serta Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda DIY. Sebagai penutup rangkaian agenda, tim hukum akan menyambangi Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) Yogyakarta.
"Kami juga mengagendakan kunjungan ke KPKNL Yogyakarta guna memperjuangkan upaya hukum penundaan lelang demi melindungi hak kepemilikan dari klien kami," tegas Donny.
Buka Peluang Magang bagi Anggota
Di sela-sela padatnya jadwal kerja, tim menyempatkan diri melakukan konsolidasi internal dan pembahasan strategi hukum di Hotel Satoria, Yogyakarta. Momentum penanganan perkara berskala besar ini juga dimanfaatkan organisasi sebagai sarana edukasi praktis.
Donny Andretti menegaskan bahwa FERADI WPI selalu berkomitmen pada pengembangan kualitas kadernya. Oleh karena itu, momentum penanganan perkara maraton ini dibuka secara luas bagi anggota yang ingin belajar.
"Kami selalu memberikan kesempatan seluas-luasnya untuk magang dan terlibat langsung di lapangan bagi seluruh anggota FERADI WPI. Ini penting agar jam terbang dan taktik advokasi anggota terus terasah melalui kasus nyata," pungkasnya.
Tim /Deddy

0 Komentar