MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Aceh Tamiang - Sebanyak puluhan kepala keluarga korban banjir di Blok 5, Desa Blang Kandis, Kecamatan Bandar Pusaka, Kabupaten Aceh Tamiang, dilaporkan masih bertahan di tenda-tenda darurat setelah tujuh bulan bencana berlalu. Hingga saat ini, warga mengaku belum menerima bantuan krusial dari pemerintah, mulai dari Hunian Sementara (Huntara) hingga dana stimulan ekonomi.
Perwakilan warga setempat menyatakan keprihatinan mendalam atas lambatnya respons pemerintah daerah. Kondisi di posko pengungsian dinilai semakin memprihatinkan karena warga harus menghadapi cuaca ekstrem tanpa perlindungan yang layak.
"Sudah tujuh bulan kami tinggal di tenda. Kalau hujan kami kehujanan, kalau panas kami kepanasan. Sampai sekarang bantuan apa pun belum ada, jangankan Hunian Tetap (Huntap), Huntara saja belum dibagun," ujar salah seorang warga Blok 5 yang enggan disebutkan namanya, Selasa (2/6/2026).
Menurut data yang dihimpun di lapangan, sejumlah hak dan bantuan yang seharusnya diterima warga hingga kini belum terealisasi, antara lain:
Hunian Sementara (Huntara) beserta isinya.
Dana Tunggu Hunian (DTH).
Jaminan Hidup (Jadup).
Bantuan Stimulan Ekonomi untuk pemulihan mata pencaharian.
Desak KPK Turun Tangan
Warga menduga ada ketidakberesan dalam penyaluran anggaran penanggulangan banjir yang dialokasikan untuk Provinsi Aceh. Mereka menilai pemerintah terkesan "tutup mata" terhadap penderitaan masyarakat di pedalaman yang jauh dari jangkauan publikasi.
Merespons mandeknya bantuan tersebut, masyarakat Blok 5 Desa Blang Kandis mendesak Pemerintah Pusat dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh ke Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh.
"Luar biasa zalimnya pemerintah. Kami meminta kepada Pemerintah Pusat agar menurunkan KPK untuk mengusut tuntas dana banjir yang sudah ada di Pemprov Aceh. Kami ingin tahu ke mana dana yang sudah keluar itu mengalir," tegas perwakilan warga dalam tuntutannya.
Warga juga mengkhawatirkan nasib korban banjir lain di pelosok pedalaman Aceh Tamiang yang tidak tersorot oleh media massa, yang diduga mengalami nasib serupa atau bahkan lebih buruk. Mereka berharap aksi nyata dari pemerintah pusat dan aparat penegak hukum dapat segera mengakhiri penderitaan yang telah berlangsung selama lebih dari setengah tahun ini
Jurnalis zainuddin

0 Komentar