MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Aceh Utara - Hujan deras disertai angin kencang dan petir melanda wilayah Kecamatan Langkahan, Kabupaten Aceh Utara, pada Selasa (2/6/2026) sore sekitar pukul 17.40 WIB. Cuaca ekstrem ini mengakibatkan sejumlah Hunian Sementara (Huntara) milik penyintas banjir di beberapa titik mengalami kerusakan parah.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun, kerusakan hebat terjadi di dua desa, yakni Desa Rumoh Rayeuk dan Desa Geudumbak. Sejumlah bangunan huntara di kedua wilayah tersebut dilaporkan porak-poranda akibat diterjang angin kencang menjelang waktu Magrib.
Warga Desa Geudumbak, Ilyas, menuturkan bahwa cuaca buruk datang secara mendadak dengan intensitas yang sangat tinggi.
"Angin sekaligus hujan dan petir terjadi sekitar pukul 18.00 WIB, menjelang Magrib. Sementara ini, ada tiga rumah yang terdata rusak di desa kami. Aliran listrik juga langsung padam. Saat ini kami masih menelusuri kembali untuk memastikan total rumah yang rusak," ujar Ilyas, Selasa evening.
Dampak cukup parah juga dilaporkan terjadi di lokasi pengungsian lainnya. Balisyah, seorang warga Desa Rumoh Rayeuk, menyebutkan sedikitnya ada lima unit bangunan di dalam satu kompleks Huntara yang mengalami rusak berat.
"Ada lima unit di dalam satu kompleks Huntara yang rusak parah diterjang angin kencang," ungkap Balisyah.
Peringatan Dini BMKG
Sebelumnya, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Aceh telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem sejak pukul 17.22 WIB. Status peringatan dini tersebut berlaku untuk sejumlah wilayah di Provinsi Aceh hingga pukul 22.26 WIB.
BMKG memprediksi wilayah-wilayah tersebut berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai dengan kilat, petir, dan angin kencang.
Hingga berita ini diturunkan, warga di lokasi kejadian masih melakukan pendataan bersama pihak terkait guna memastikan total kerugian material serta mengantisipasi adanya korban jiwa akibat peristiwa ini.
Jurnalis zainuddin
Editor by admin komando patas tv

0 Komentar