MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Bojonegoro - Integritas petugas Lapas Kelas IIA Bojonegoro kini tengah dipertaruhkan. Aliansi Madura Indonesia (AMI) secara resmi mendesak Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjen PAS) Jawa Timur untuk mengusut tuntas dugaan peredaran narkotika dan praktik pungli yang melibatkan oknum petugas di dalam lembaga tersebut.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, muncul dugaan kuat mengenai adanya aliran dana rutin kepada oknum petugas berinisial S dan L. Tak hanya itu, oknum petugas berinisial W juga dituding terlibat dalam praktik jual beli alat bantu hisap (pipet) kepada warga binaan, yang mempermudah penyalahgunaan narkotika di lingkungan lapas.
Ketua Umum AMI, Baihaki Akbar, menyatakan bahwa pihaknya telah mengantongi sejumlah nama warga binaan yang diduga terlibat dalam pusaran ini, di antaranya adalah warga binaan berinisial N dan Y di Blok A5, D di Blok B6, serta I di Blok B7.
“Kami memberikan ultimatum selama 3 hari kepada Kanwil Ditjen PAS Jawa Timur untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) dan membuka hasil pemeriksaan secara transparan kepada publik,” tegas Baihaki dalam pernyataan resminya, Senin (16/2).
Baihaki menekankan bahwa jika dalam waktu yang ditentukan tidak ada langkah konkret, maka besar dugaan telah terjadi pembiaran yang bersifat sistemik. Ia meminta ketegasan negara agar tidak kalah oleh jaringan narkotika yang dikendalikan dari balik jeruji.
"Jika hasil investigasi membuktikan adanya kelalaian struktural atau keterlibatan oknum, maka pencopotan pimpinan Lapas Bojonegoro harus menjadi konsekuensi logis. Jangan ada yang dilindungi; copot dan proses hukum," tambah Baihaki.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Lapas Kelas IIA Bojonegoro maupun Kanwil Ditjen PAS Jatim belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut. Seluruh dugaan yang muncul saat ini masih memerlukan klarifikasi lebih lanjut dan pembuktian secara hukum oleh otoritas yang berwenang demi menjaga asas praduga tak bersalah.
Kasus ini kini menjadi sorotan publik sebagai ujian serius bagi komitmen pemberantasan narkoba di lingkungan pemasyarakatan wilayah Jawa Timur.
Jurnalis (Moch Bisri)

0 Komentar