MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Surabaya - Beredarnya pamflet yang memuat informasi mengenai rencana kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di berbagai platform media sosial menuai beragam reaksi dari masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Samsudin selaku perwakilan PKC PMII Jawa Timur mengimbau masyarakat Indonesia agar tidak langsung mempercayai informasi yang belum jelas sumbernya.
Samsudin menegaskan bahwa masyarakat harus lebih bijak dalam menerima informasi, terlebih yang berpotensi menimbulkan keresahan publik. Ia mengingatkan agar setiap kabar yang beredar, khususnya terkait kebijakan strategis seperti BBM, perlu diverifikasi melalui sumber resmi pemerintah.
“Jangan sampai masyarakat menelan mentah-mentah pamflet yang beredar tanpa kejelasan. Informasi seperti ini harus dicek kebenarannya agar tidak menimbulkan kepanikan dan kegaduhan,” ujar Samsudin.
Menurutnya, penyebaran informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu spekulasi serta memperkeruh situasi sosial dan ekonomi. Oleh karena itu, ia mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menunggu pernyataan resmi dari pihak berwenang.
Selain itu, Samsudin juga mengingatkan pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi. Ia berharap masyarakat lebih kritis serta tidak mudah terprovokasi oleh konten yang belum tentu benar.
“Bijak bermedia sosial adalah kunci. Pastikan informasi berasal dari sumber kredibel sebelum disebarkan kembali,” pungkasnya.
Dengan imbauan ini, diharapkan masyarakat Indonesia dapat lebih selektif dalam menyikapi isu kenaikan BBM serta tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terkonfirmasi.
Jurnalis Moch bisri

0 Komentar