MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Mojokerto - Di tengah pesatnya arus informasi digital, Pimpinan Redaksi Media Online Komando Patas TV, Ali Nurhadi, C.PFW., C.MDF. C.JKJ. menunjukkan terobosan baru dalam menyeimbangkan rutinitas profesi dengan dunia agribisnis. Tidak hanya berfokus pada dapur redaksi, ia kini mulai merambah dunia peternakan sebagai bentuk hiburan positif sekaligus investasi jangka panjang.
Langkah ini diawali dari ketertarikan pada hobi yang produktif. Saat ini, Pimred Komando Patas TV tengah fokus mengembangkan penangkaran Burung Murai Batu Jawara. Ekspansi ini merambah luas ke sektor unggas dengan pengelolaan ratusan ekor ternak, di antaranya 800 ekor ayam pejantan dan 600 ekor bakalan ayam kampung Jawa.
Selain sektor unggas, investasi juga menyasar pada ternak besar seperti kambing dan sapi. Dalam pengelolaannya, Ali menerapkan sistem kerja sama "titip rawat" dengan warga setempat (peramut). Langkah ini dinilai sebagai upaya pemberdayaan ekonomi lokal sekaligus menjaga ketahanan pangan mandiri di wilayahnya.
Dukungan Strategis dan Modal Usaha
Dobrakan besar di sektor agribisnis ini tidak lepas dari peran strategis Lulu Dian Pramusdya Wati. Sosok asal Pasuruan yang telah setia mendampingi pimpinan selama enam tahun ini turut memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan unit usaha tersebut.
Lulu diketahui menyuntikkan modal sebesar Rp56 juta untuk memperkuat skala peternakan ini. Dana tersebut dialokasikan khusus untuk pengadaan indukan Murai Batu trah jawara serta pengembangan bibit ayam bangkok berkualitas tinggi. Sinergi ini mempertegas bahwa hobi yang ditekuni secara profesional dapat bertransformasi menjadi sektor usaha yang menjanjikan.
Keseimbangan Kerja dan Filosofi Hidup
Meski disibukkan dengan rutinitas mengedit berita, mengoordinasi anggota, hingga manajemen manajerial di kanal Komando Patas TV, Ali mengaku bahwa berinteraksi dengan hewan ternak adalah metode relaksasi yang paling efektif.
"Kerja itu wajib, tapi hiburan positif juga diperlukan. Kita tidak perlu tampil mewah atau serba 'wah'. Dari kesederhanaan inilah kita bisa menikmati kehidupan yang sebenarnya istimewa," ujar Ali saat ditemui di kediamannya, Sidoarjo.
Ia juga menekankan pentingnya sikap rendah hati dalam menjalani profesi maupun hobi. Baginya, menjalani hidup tidak perlu ambisius hingga melupakan rasa syukur.
"Bangun tidur tidak harus selalu terbebani pikiran berat. Nikmati, jalani, dan syukuri. Tidak perlu merasa paling tinggi, karena di atas langit masih ada langit. Intinya, nikmati prosesnya dan jangan sombong," tambahnya.
Melalui pendekatan hidup yang membumi ini, Komando Patas TV ingin menunjukkan bahwa seorang praktisi media harus tetap memiliki akar yang kuat pada realitas sosial dan alam. Kesederhanaan bukanlah penghalang untuk menjadi produktif, melainkan kunci untuk meraih ketenangan batin di tengah hiruk-pikuk dunia jurnalistik.

0 Komentar