MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Aceh Timur - Puluhan warga Desa Seuneubok Saboh, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, menyatakan mosi tidak percaya terhadap birokrasi tingkat kecamatan dan kabupaten terkait penyaluran bantuan banjir. Hingga saat ini, warga mengaku belum mendapatkan kejelasan mengenai data penerima bantuan untuk kategori rumah rusak sedang dan rusak ringan.
Kekecewaan warga memuncak setelah upaya mereka mencari informasi ke Kantor Camat Pante Bidari tidak membuahkan hasil. Warga menyebut, Camat Pante Bidari, Darkasyi, sulit ditemui dan terkesan menutup diri dari komunikasi, baik kepada masyarakat maupun awak media yang mencoba mengonfirmasi masalah tersebut.
Kepala Desa (Geuchik) Seuneubok Saboh menyatakan bahwa pihaknya berada dalam posisi dilematis. Ia mengaku belum menerima instruksi maupun informasi valid dari pihak kecamatan mengenai daftar nama warga yang berhak menerima bantuan renovasi rumah pascabanjir.
"Kami belum tahu status bantuan itu. Belum ada instruksi atau data resmi dari kecamatan yang turun ke desa, sehingga kami tidak bisa memberikan jawaban pasti kepada warga," ujar Geuchik Seuneubok Saboh saat memberikan keterangan kepada media.
Karena tidak mendapatkan jawaban di tingkat desa, sejumlah perwakilan masyarakat mendatangi Kantor Camat Pante Bidari. Namun, Camat Darkasyi dilaporkan tidak berada di tempat. Warga juga menyayangkan sikap pejabat publik tersebut yang diduga memblokir kontak WhatsApp masyarakat dan wartawan saat dimintai klarifikasi.
"Sikap Camat sangat kami sayangkan. Sebagai pelayan publik, seharusnya beliau membuka ruang dialog, bukan malah memblokir komunikasi di tengah kesulitan warga," ungkap salah satu tokoh masyarakat setempat.
Merasa aspirasinya tersumbat di tingkat lokal, warga Seuneubok Saboh kini menaruh harapan terakhir kepada Pemerintah Aceh dan Pemerintah Pusat. Mereka meminta Presiden Republik Indonesia untuk turun tangan memantau distribusi bantuan di wilayah pelosok Aceh Timur.
"Wahai Bapak Presiden Republik Indonesia, tolong bantu kami pak. Kami masyarakat kecil yang selalu tersisihkan. Di desa kami, Seuneubok Saboh, ada 49 unit rumah yang terdampak dan hingga kini nasib bantuannya tidak jelas. Kami butuh keadilan," ujar seorang warga dengan nada lirih.
Masyarakat mendesak adanya transparansi data agar bantuan yang dikucurkan negara benar-benar tepat sasaran dan tidak tertahan oleh kendala birokrasi di tingkat kecamatan. Hingga berita ini diturunkan, pihak Camat Pante Bidari belum memberikan pernyataan resmi terkait tudingan tersebut.
Jurnalis zainuddin

0 Komentar