MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Jakarta - Federasi Advokat Republik Indonesia - Wartawan Presidium Indonesia (FERADI WPI) terus memperkuat eksistensinya sebagai gerakan baru dalam dunia bantuan hukum di Indonesia. Wadah yang mengolaborasikan elemen Paralegal, Advokat, Wartawan, dan Mediator ini berkomitmen penuh untuk bergerak atas dasar kecintaan terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Dalam internalisasi organisasi yang berlangsung pada Minggu (31/5/2026), ditekankan kembali empat pilar didikan utama yang wajib diresapi oleh seluruh kader FERADI WPI di penjuru negeri, yaitu:
Hidup dan mati sepenuhnya tergantung pada Tuhan.
Selalu mengandalkan Tuhan dalam menangani setiap perkara hukum.
Menanamkan prinsip kemandirian yang kuat: "Rajawali terbangnya sendiri, emprit terbangnya bergerombol".
Mengubah jiwa penakut menjadi pemberani melalui didikan ideologis organisasi yang kuat.
Transformasi Lewat "Divine Connection"
Ketua Umum FERADI WPI, Advokat Donny Andretti, S.H., S.Kom., M.Kom., C.Md., C.PFW., C.MDF., C.JKJ., C.FTAX., membagikan kesaksian hidupnya yang mendalam sebagai wejangan bagi seluruh pengurus dan anggota. Ia tidak ragu membuka lembaran masa lalunya yang sempat berada di fase tergelap.
"Pada tahun 2024, saya pernah kehilangan seluruh harta, mulai dari ruko, rumah, hingga aset-aset berharga. Saya harus bertahan hidup dengan berpindah-pindah dari satu kamar kos ke kos lainnya dengan saldo tabungan dan dompet menyentuh angka nol. Jika bukan karena pemeliharaan dari 'Pusat' (Tuhan), saya mungkin sudah menjadi gelandangan," ungkap Adv. Donny Andretti secara terbuka.
Tak hanya itu, ia juga sempat mengalami depresi berat (sakit mental) selama 1,5 tahun hingga tidak dapat bekerja. Selama satu bulan penuh, ia mengalami insomnia akut yang hanya bisa teratasi dengan konsumsi lima pil racikan dokter jiwa setiap malam. Namun, melalui mukjizat instan, ia dinyatakan sembuh total dan lepas sepenuhnya dari ketergantungan obat-obatan tersebut.
Pasca-pemulihan tersebut, Donny diangkat untuk memimpin FERADI WPI. Di bawah kepemimpinannya, organisasi ini berkembang pesat hingga melahirkan berbagai sayap produktif, antara lain Firma Hukum Subur Jaya & Rekan, Kawan Jari, media online www.kawanjarinews.com, PT Kawan Jari Grup, PMBI, FERADI Mediatore, FERADI Officium Nobile, hingga FERADI Tax Consultant.
Meskipun sempat dipermalukan di sebuah acara nasional dan dituduh sebagai organisasi yang tidak jelas integritasnya, FERADI WPI berhasil mematahkan sentimen negatif tersebut melalui pembuktian nyata. Saat ini, organisasi telah resmi dan sukses menyelenggarakan Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat (UPA), hingga prosesi Penyumpahan Advokat.
"Semua ini terjadi karena dipertemukannya saya dengan orang-orang pilihan dan hebat (para anggota). Ini adalah sebuah divine connection (hubungan ilahi) yang memperkuat seluruh organisasi yang ada," tambahnya.
Lima Pesan Utama Ketua Umum untuk Kader FERADI WPI
Menutup wejangannya, Ketua Umum FERADI WPI menitipkan lima pesan penting yang harus diimplementasikan oleh seluruh anggota dalam menjalankan profesi maupun kehidupan sehari-hari:
Sikap Hati yang Mengandalkan Tuhan: Jangan pernah mengandalkan kekuatan sendiri, koneksi, jabatan, pengalaman masa lalu, atau kekayaan. Jangan takut pada intimidasi manusia; percayai bahwa skenario hidup ada di tangan Sang Pencipta.
Menjaga Orang Tua: Jaga, hormati, cintai, sayangi, dan muliakan orang tua. Luangkan waktu yang berkualitas bersama mereka.
Hukum Tabur Tuai: Layaknya hukum gravitasi, apa pun yang dilempar ke atas pasti akan jatuh ke bawah. Begitu pula dengan rezeki; sisihkan sebagian untuk ditaburkan kepada sesama yang membutuhkan. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.
Setia pada Pasangan: Menjaga kesetiaan dalam pernikahan, karena pernikahan adalah sebuah komitmen dan keputusan bersama.
Cinta Tanah Air: Selalu memikirkan dan melakukan hal-hal yang baik dan berdampak positif untuk kemajuan bangsa Indonesia.
Gerakan FERADI WPI diharapkan dapat terus melahirkan penegak hukum, mediator, dan jurnalis yang tidak hanya profesional dan berani di lapangan, tetapi juga memiliki moralitas tinggi yang berbasis pada nilai-nilai ketuhanan.
Jurnalis Deddy
Editor by admin komando patas tv

0 Komentar