MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
Aceh Timur - Penjabat (Pj) Bupati Aceh Timur, Usman Al-Farlaky, mengambil langkah cepat dengan menanggung secara pribadi iuran BPJS Kesehatan Samsul Bahri (48), warga Gampong Seuneubok Pagoe, Kecamatan Banda Alam. Langkah ini diambil setelah Samsul, seorang penjual air kelapa yang hidup di bawah garis kemiskinan, ditolak oleh rumah sakit akibat kesalahan data status ekonomi dalam sistem pemerintah.
Kronologi Kejadian Samsul Bahri sebelumnya menjalani operasi batu ginjal pada Ramadan 2026. Namun, penderitaannya berlanjut karena selang stent yang tertanam pasca-operasi belum dilepaskan. Kondisi ini menyebabkan rasa sakit yang luar biasa, di mana Samsul merasa seperti ditusuk dari dalam setiap kali duduk.
Upaya Samsul untuk mendapatkan tindakan medis lanjutan di RS Cut Mutia Langsa sempat terganjal. Ia ditolak karena dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) Provinsi Aceh, ia tercatat berada pada Desil 8 dengan status keluarga "Sangat Sejahtera".
Kontradiksi Data dan Realita Padahal, realita di lapangan menunjukkan kondisi yang berbanding terbalik. Samsul Bahri merupakan warga kurang mampu yang bahkan tidak memiliki kendaraan bermotor maupun tanah pribadi. Kesalahan input data desil ini menyebabkan kepesertaan BPJS Kesehatan miliknya yang bersumber dari bantuan pemerintah menjadi tidak aktif.
Respon Cepat Bupati Mendengar laporan mengenai kondisi pilu warganya, Bupati Usman Al-Farlaky langsung turun tangan. Untuk memastikan Samsul segera mendapatkan penanganan medis tanpa hambatan birokrasi data, Bupati memutuskan untuk menjamin iuran BPJS Kesehatan Samsul secara mandiri selama satu tahun penuh.
"Kita tidak ingin ada warga yang terhambat mendapatkan layanan kesehatan hanya karena persoalan administrasi atau kesalahan data desil. Sambil menunggu perbaikan data di sistem, saya pribadi akan menanggung iuran BPJS Pak Samsul selama satu tahun ke depan agar selang pasca-operasinya bisa segera ditangani," ujar Usman Al-Farlaky saat menemui warga tersebut.
Langkah Lanjutan Pemerintah Kabupaten Aceh Timur juga berkomitmen untuk melakukan koordinasi dengan instansi terkait guna memverifikasi ulang data DTSEN di wilayah tersebut, agar kasus salah sasaran data "warga kaya" pada masyarakat miskin tidak terulang kembali di masa mendatang.
Saat ini, Samsul Bahri telah dijadwalkan untuk kembali ke rumah sakit guna menjalani prosedur pelepasan selang dan perawatan intensif hingga pulih total.
Jurnalis zainuddin

0 Komentar