MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV
IDI RAYEUK, ACEH TIMUR – Menjelang hari raya Iduladha 1447 H, warga korban banjir di Kabupaten Aceh Timur mulai resah mempertanyakan kepastian pencairan bantuan Jaminan Hidup (Jadup) dan dana stimulan perbaikan rumah dari pemerintah. Hingga saat ini, warga mengaku belum mendapatkan informasi resmi mengenai jadwal penyaluran bantuan tersebut.
Suasana riuh tampak di sejumlah kedai kopi di wilayah Aceh Timur, Sabtu (16/5/2026). Topik utama pembicaraan warga tidak jauh dari harapan akan cairnya bantuan pemerintah pascabanjir besar yang melanda sebagian wilayah Sumatra dan Aceh beberapa waktu lalu.
Sayed (55), warga Idi Rayeuk yang rumahnya terdampak banjir, mengungkapkan kegelisahannya. Ia menyebutkan bahwa informasi mengenai pengusulan bantuan sudah lama terdengar, namun realisasinya masih nihil.
"Kita dengar-dengar sudah diusulkan, tapi sampai sekarang belum ada kabar kapan cairnya. Padahal kebutuhan menjelang Lebaran Iduladha pasti naik," ujar Sayed saat ditemui di salah satu kedai kopi di Idi Rayeuk.
Keresahan Sayed semakin bertambah mengingat kondisi ekonomi keluarganya yang belum pulih total. Selain kehilangan perabot rumah tangga, pendapatan warga juga terganggu akibat lahan pertanian dan usaha kecil mereka yang sempat terendam luapan air.
"Anak-anak sudah mau beli baju Lebaran. Saya bingung mau menjawab apa kalau bantuan belum cair. Harapannya bisa cepat, supaya bisa meringankan beban kami," tambahnya.
Keluhan Ekonomi Pascabanjir
Sejumlah Kepala Keluarga (KK) di wilayah terdampak senada dengan Sayed. Mereka mengaku masih berada dalam keterbatasan ekonomi. Kerusakan infrastruktur pendukung usaha dan hilangnya modal kerja akibat banjir membuat warga sangat bergantung pada bantuan stimulan yang dijanjikan pemerintah untuk memulai kembali kehidupan normal.
Warga mendesak Pemerintah Kabupaten Aceh Timur melalui instansi terkait untuk:
Memberikan informasi transparan mengenai status pengusulan bantuan ke pemerintah pusat atau provinsi.
Merilis jadwal resmi pencairan agar masyarakat memiliki kepastian dan tidak terjebak dalam spekulasi atau informasi simpang siur.
Mempercepat proses administrasi mengingat urgensi kebutuhan warga menghadapi hari raya dan pemulihan ekonomi.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih menunggu pernyataan resmi dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun Dinas Sosial setempat terkait progres penyaluran bantuan bantuan stimulan perbaikan rumah dan Jaminan Hidup tersebut.
Jurnalis zainuddin

0 Komentar