Breaking News

Perkuat Peran Muslimah di Era Modern, Fatayat–Muslimat NU Sukodadi Gelar Jum’at Pon di Ranting Bali”


 MITRA TNI-POLRI KOMANDO PATAS TV 

Lamongan ,01 Mei 2026– Pertemuan rutin Jum’at Pon yang diselenggarakan oleh PAC Fatayat–Muslimat NU se-Anak Cabang Sukodadi berlangsung khidmat dan penuh antusias di Ranting Bali. Kegiatan ini mengusung tema “Peran Perempuan Muslimah Dalam Membangun Generasi Sholihah di Era Modern” dan dihadiri sekitar 1.500 tamu undangan dari berbagai unsur masyarakat.

Acara diawali dengan penampilan banjari oleh grup Shoutul Musyaffa’ Lamongan yang menambah suasana religius. Selanjutnya, kegiatan resmi dibuka oleh pembawa acara, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari sejumlah tokoh setempat.

Ketua Fatayat Ranting Bali, Ibu Puji Kaswati, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pentingnya menjaga kekompakan dan peran aktif perempuan dalam kegiatan keagamaan serta sosial kemasyarakatan. Sementara itu, Kepala Dusun Bali, Bapak Sarianto Raharjo, mengapresiasi terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu mempererat silaturahmi warga.

Kepala Desa Plumpang, Bapak Sutikno, turut memberikan dukungan terhadap kegiatan keagamaan yang berdampak positif bagi pembinaan moral masyarakat. Sedangkan Camat Sukodadi, Bapak Gatot Sugiharto, SE., MM., dalam sambutannya menekankan pentingnya program kesehatan dan kebersihan yang perlu diikuti oleh masyarakat. Ia juga menyinggung program MBG yang diharapkan dapat berjalan optimal.

Lebih lanjut, Camat Sukodadi mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap kondisi global yang tengah memanas, tidak hanya dalam bentuk konflik fisik, tetapi juga perang ekonomi dan informasi. Ia mengimbau masyarakat agar bijak dalam mengelola keuangan serta menghindari praktik pinjaman online (pinjol) dan rentenir yang dapat merugikan.

Memasuki acara inti, ceramah disampaikan oleh Dr. Dra. Hj. Ucik Nurul Hidayati, M.Pd.I, Pengasuh Pondok Pesantren Al-Ishlahiyah Pasuruan. Dalam tausiyahnya, beliau menegaskan bahwa perempuan muslimah memiliki peran strategis sebagai madrasah pertama bagi anak-anaknya.

Ia menjelaskan bahwa di era modern yang penuh tantangan, seorang ibu tidak hanya dituntut untuk mengasuh, tetapi juga mendidik dengan nilai-nilai keislaman yang kuat. “Generasi sholihah tidak lahir secara instan, tetapi dibentuk melalui keteladanan, perhatian, dan pendidikan yang berlandaskan iman dan akhlak,” ujarnya.

Dalam ceramahnya, ia juga mengajak para ibu untuk memperkuat peran dalam membentuk karakter anak sejak dini, membiasakan ibadah, serta menciptakan lingkungan keluarga yang harmonis dan religius. Ia menegaskan bahwa keberhasilan suatu bangsa sangat bergantung pada kualitas generasi yang dibentuk oleh para ibu.

Kegiatan ini ditutup dengan penuh khidmat, meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta untuk terus meningkatkan peran perempuan dalam membangun generasi yang berakhlak mulia di tengah arus modernisasi.


(Zaenal Arifin)

0 Komentar

Posting Komentar

Catatan Redaksi:

Kami berkomitmen menyajikan informasi yang akurat dan kredibel. Setiap konten di komandopatastv.co.id disusun berdasarkan standar jurnalisme 5W+1H serta patuh pada Kode Etik Jurnalistik Dewan Pers.

Khusus untuk rilisan kehumasan, kami menjaga integritas naskah tanpa mengubah substansi isi. Penyesuaian hanya dilakukan pada ejaan dan struktur kalimat demi kenyamanan pembaca. Sesuai UU No. 40 Tahun 1999 tentang Pers, kami menjunjung tinggi keterbukaan dengan menyediakan ruang Hak Jawab bagi publik.

Salam Satu Pena,
Pimpinan Umum/Redaksi
ALI NURHADI, C.PFW., C.MDF., C.JKJ.

© Copyright 2022 - Komandopatastv.co.id